Juni 23, 2009

happy?! …

pagi ini secara tidak sengaja saya menonton sebuah acara di O channel (tumben, padahal biasanya jarang-jarang lihat tv) yaitu Pagi Jakarta, sebuah acara talk show yang di tayangkan di pagi hari (ya iyalah … namanya juga Pagi Jakarta).  nah kebetulan sekali tema yang diangkat saat itu adalah the whining syndrome. tapi dalam tulisan ini saya tidak akan banyak membahas masalah whining alias mengeluh karena rasa-rasanya sudah banyak orang yang tahu jika mengeluh itu tidak baik buat kesehatan dan membuat orang tidak bisa berkreasi dan berkarya.

di dalam talk show itu, sang narasumber (yang saya lupa namanya) mengatakan sesuatu yang menarik, setidaknya bagi saya, “Happy itu ada dua unsur di dalamnya, yaitu pleasure dan meaning“. setelah dipikir-pikir memang benar perkataan itu. seseorang bisa dikatakan bahagia jika dalam apa yang dikerjakannya dia mendapatkan kesenangan dan arti dari apa yang dikerjakannya. perasaan senang saja belum bisa dikatakan bahagia jika dia tidak mempunyai arti bagi dirinya ataupun orang-orang sekitarnya, contohnya mengkonsumsi narkoba, yang pasti ketika dalam keadaan fly high orang pasti akan merasakan senang namun itu sama sekali tidak memberikan nilai lebih dari perbuatan yang dilakukan, yang ada malah memberi nilai kurang. Baca terus →

Juni 12, 2009

sampah#10: tersadar ketika sudah hilang

begitulah manusia, seringkali tersadar arti sesuatu/seseorang ketika sesuatu/seseorang itu hilang. 

left behind

left behind

nikmatilah dan jagalah sesuatu itu hingga tak akan pernah pergi dari kita ….

 

[image grabbed from : http://www.flickr.com/photos/55239305@N00/3561112693/]

p.s  :  note gara2 ga bisa tidur …

Juni 3, 2009

Ya … the stones are still rolling …

akhirnya … setelah melalui perjuangan yang panjang dan melelahkan kutemukan dia. setelah mondar-mandir pancoran semanggi akhirnya ketemu juga di bukunya di gramedia GATSU (loh..) hari sabtu tanggal 29 mei 2009 kemarin sekitar pukul 20:15 malam, dan setelah terjadi kesalah pahaman antara karyawan gramedia semanggi, salah satu karyawan gramedia pada minggu lalu telp kalau bukunya sudah ada dan siap diambil, tapi pas disana karyawan yang berbeda malah bilang kalo bukunya belum datang dan masih dalam tahap pemesanan. waktu itu cuma satu yang ada di pikiran saya “harus dapat bukunya malam ini … ga boleh besok apalagi lusa… harus malam ini” akhirnya saya coba telepon gramedia gatsu, dan alhamdulillah ternyata bukunya masih ada, sebenarnya sudah agak pesimis sih untuk mendapatkan buku ini, soalnya bisa dibilang lumayan limited, 3.400 eksemplar untuk seluruh Indonesia raya.

buku ini adalah buku biografi GIGI, salah satu band terbaik di jagad Indonesia (menurut saya). buku ini juga memecahkan rekor sebagai buku termahal yang pernah saya beli sampai saat ini, seharga 240 ribu perak untuk sebuah buku. 

 

the stones are still rolling

the stones are still rolling

 

 

pandangan pertama

GEDE banget… itulah kesan pertama ketika menerima bukunya dari kasir, buku ini berukuran 21 x 29.7 cm dan tebalnya 428 halaman, dan yang bikin lebih kelihatan gede, tebal dan lux adalah cover nya yang hard cover dan kertas yang dipakai adalah kertas lux glossy untuk semua halaman. dan ada bonus DVD konser 11 januari yang diselenggarakan di jogja pada tanggal 11 januari 2008 kemarin. di halaman-halaman awal buku ini terdapat foto close up masing-masing personel dan juga beserta tanda tangan asli dari mereka (ga bayangin, tanda tangan sampe 3400 kali..wuihhh). Baca terus →

April 29, 2009

bus heroes

ini bukan bass heroes saudara-saudara yang isinya bassist paling top indonesia (thomas, nissa, arya, rendra, indro dll) tapi bus heroes, heroes yang ada di bus, dan tiada lain mereka adalah para pengamen yang beroperasi di bus-bus Indonesia … well setidaknya bagi saya, tapi mungkin bagi sebagian orang lain mereka adalah just antoher nuissance yang malah bikin tambah sumpek.

bagi saya mereka adalah para pahlawan yang mendedikasikan dirinya untuk menghibur para penumpang termasuk saya dengan hiburan-hiburan yang bisa membuat saya stay focused. ya … memang sih tidak semua pengamen bisa enak didengar, tapi kebanyakan para pengamen yang saya jumpai tersebut mempunyai kualitas dan yang paling penting originalitas dan idealisme sebagai seorang seniman *halah*. Baca terus →