_my garbage bin_

Hayao Miyazaki >< Makoto Shinkai

Saya mafhum kalau anda-anda tidak pernah mendengar nama-nama yang ada di atas, hanya orang-orang tertentu saja yang tahu siapa mereka, beruntunglah kalau anda termasuk yang tahu hehehe. Mereka adalah dua sutradara anime yang berbeda generasi namun karya-karyanya selalu ditunggu oleh penggemar anime di seluruh dunia. Ok, sekali lagi saya ingatkan jika sampai detik ini anda mengasosiasikan anime dengan tontonan anak kecil maka anda salah besar. Banyak sekali anime-anime yang ratingnya R15+ bahkan R18+. Neon Genesis Evangelion pernah ditayangkan di salah satu TV swasta Indonesia dan jam tayangya adalah 12 malam, karena kontennya yang memang ratingnya M, ada lagi Kouga Ninpo chou Basilisk, kalau anda pernah lihat film Shinobi, maka Basilisk adalah versi animenya dengan banyak adegan yang uncensored yang ditayangkan jam 3 an kalau tidak salah waktu itu. Kedua anime itu memang amat sangat tidak cocok sekali untuk ditonton anak-anak di bawah 17 tahun.

Spirited Away

Spirited Away

Beberapa tahun ini saya sudah jarang mengikuti anime berseri lagi, karena memang ceritanya sudah tidak sesuai lagi dengan apa yang saya cari. Sepertinya hanya keluarga Gundam saja yang kalau keluar seri terbarunya saya bela-belain download dari internet. Namun untuk film-film anime saya sesekali masih lihat, apalagi kalau dibuat oleh dua orang ini dan studionya : Hayao Miyazaki (Studio Ghibli) dan Makoto Shinkai (CoMix Wave), definitely worth watching.

Read the rest of this entry »

Sepatu dan Tali-Temalinya

Saya kalau jalan kemana-mana selalu menyempat diri memperhatikan sepatu-sepatu yang berkeliaran di jalan. Bukan yang terpampang di etalase toko, tapi yang dipakai oleh orang-orang di jalan. Itu bukan fetish ya, tapi saya selalu penasaran dengan bagaimana cara seseorang memasang tali sepatunya. Kalau masalah sepatu, I prefer sneakers over any others for daily use, even at office. Saya selalu memasang tali sepatu saya dengan model yang sama, yaitu dengan tali sepatu yang disusun sejajar bukan menyilang diantara lubang-lubangnya. Keculai sepatu futsal saya sekarang, si elastico yang ternyata lebih cocok kalau memakai model yang silang-silang. Itulah ajaran yang diajarkan turun-temurun dari orang tua ke kakak-kakak dan terus diturunkan ke saya, semacam ilmu-ilmu kungfu di jaman kekaisaran cina kuno. Nah loh!

Sneakers

Sneakers by CHAAANEL!

Dari pengamatan saya, saya menyimpulkan ternyata populasi orang yang memasang tali sepatu seperti saya jumlahnya cukup sedikit bila dibandingkan dengan tali sepatu silang, mungkin sekitar 2 dari tiap 10 orang. Tapi itu membuat saya senang karena semakin sedikit akan semakin exclusif, ga pasaran. Dan bisa jadi sebuah topik pembicaraan kalau lagi mati gaya pas ga sengaja ketemu cewek di jalan. Nice! Agak maksa sih, tapi namanya juga usaha.

Read the rest of this entry »

belitung-pantai pantai dan pantai

Belitung, pasti anda sudah tahu semua tentang negeri laskar pelangi ini. Sebenarnya trip ke belitung ini agak diluar rencana, tujuan mbolang akhir tahun saya sebenarnya adalah somewhere yang agak labih jauh, namun rencana itu harus saya tangguhkan terlebih dahulu karena masalah yg tak lain tak bukan, dana, yeah.. classic!!!. Semoga tahun depan bisa terlaksana rencana mbolangnya.

Trip ke belitung ini rencananya akan memakan waktu selama 4 hari 3 malam, mulai Jumat 28 Oktober sampai senin 31 Oktober 2011. Karena flight ke Belitung pada hari Jumatnya adalah yang pertama, 6.20 pagi (kalau ga salah sih), maka mau ga mau saya dan teman saya (yang mengajak saya join di trip ini) harus naik pesawat terakhir hari sebelumnya, Kamis 27 Oktober, and here was how the story began.

Tanjong Kelayang

Tanjong Kelayang by novaldiflickr, on Flickr

Cerita dimulai ketika sampai di bandara Hang Nadim. Sebenarnya jadwal flight yang tertera di tiket adalah jam 18:50 namun ketika kita sampai di bandara papan pengumuman berkata lain: JTXXXX Delayed. Yup saya pakai jasa si Singa Terbang karena tak mampu menaiki burung Garuda nan perkasa itu. Setelah check in dan santai di waiting room gate 4 kami menunggu dan menunggu namun pesawat si Singa belum juga kelihatan batang hidungnya. dan sekitar pukul 19:30 an terdengarlah suara merdu “Perhatian-perhatian pesawat JTXXXX tujuan jakarta akan diberangkatkan pada pukul 21:30, para penumpang silahkan mengambil makanan fi tempat yang telah disediakan”. Edyan, delay 2 jam lebih, si singa terbang hobi amat sama masalah satu ini. Singkat cerita sampailah kami di SHIA (Soekarno Hatta International Airport) jam 11 an malam. Setelah bersih-bersih diri dan sholat muncullah masalah baru, tidur dimana ini?!! Rencana awal adalah nyari musholla dan tidur disana, tapi apa daya ternyata musholla nya dikunci, dan bangku-bangku pun penuh semua. Akhirnya kami naik ke anjungan pengantar (waving gallery) dan memutuskan untuk tidur di sana ditemani dengan dinginnya angin malam dan deru mesin pesawat yang take off dan landing. Kalau untuk masalah tidur, untungnya saya bisa tidur dimana saja, kantor, kelas, bus, kereta, motor, kuburan di tengah malam dan di saluran irigasi pun saya pernah tidur, impressive. Ignorance is a bliss, sometimes.

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.