5 Pelajaran dari Hikaru no Go

A masterful game cannot happen with just one genius. You need two people with equal genius. Two. When you have two, you can finally… take a step towards…
— Hikaru no Go

Advertisements

Entah sudah berapa kali saya menamatkan kembali komik satu ini. Hikaru no Go —diterjemahkan bebas ke bahasa Inggris menjadi Hikaru’s Go— adalah sebuah komik Jepang (manga) dengan latar belakang Go, salah satu permainan papan tradisional Jepang. Saya membaca komik ini pertama kali ketika masih kelas 1 SMA. Awalnya hanya iseng memilih komik secara random di rental komik, tapi setelah membaca beberapa bab, saya ketagihan.

Ada beberapa alasan kenapa saya suka dengan komik ini. Latar belakang yang diambil sangat unik dan niche, dunia Go. Mungkin hanya satu komik ini yang mengangkat tema ini menjadi lebih mainstream. Berbeda dengan cerita-cerita komik shonen lainnya yang biasanya bergenre action, Hikaru no Go lebih menitik beratkan unsur drama antar karakter di dalamnya. Selain itu, alur cerita garapan dari Yumi Hotta ini terasa pas, tidak terlalu cepat maupun lambat. Tidak ada tambahan-tambahan cerita ataupun detil-detil yang tidak perlu. Ceritanya mampu membawa saya ikut merasakan bagaimana karakter-karakter dalam cerita ini tumbuh dewasa, tak hanya dari segi fisik namun juga dari cara berpikir dan cara mereka menyelesaikan masalah. Terakhir, gambar besutan Takeshi Obata di komik ini sangat bagus, realistis, pas dengan cerita drama yang disuguhkan.
Continue reading “5 Pelajaran dari Hikaru no Go”

questions, anyone? …

sering ga kepikiran hal seperti ini :

hidup kok begini doang sih? apa emang ditakdirkan seperti ini? biasa banget ya .. sekolah kuliah kerja … berangkat pagi pulang malam …

saya yakin anda-anda yang membaca tulisan ini pasti pernah kepikiran seperti itu walaupun hanya terlintas sekali saja dan itupun mungkin saat sedang menjalani rutinitas pagi setelah bangun tidur, membuang sisa-sisa kenikmatan tadi malam di toilet.

fly abi fly
fly abi fly by novalp, on Flickr

pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering sekali muncul di kepala saya. dulu waktu SMA (dan S sebelumnya : SD, SMP) sepertinya hidup ini indah, tinggal menjalani hari dengan santai tanpa beban, tanpa pikiran aneh-aneh, tanpa pertanyaan-pertanyaan seperti itu. mungkin pernah kepikiran di waktu kuliah, tapi selalu saja jawabannya:

perjalanan masih panjang, kita ini masih di pelabuhan teman, belum berlayar…we will figure it out somehow … somewhat ..

Continue reading “questions, anyone? …”