Thomas yang Tak Kunjung Pulang

Piala Thomas kini punya rumah baru, Denmark. Satu-satunya negara non-Asia yang berhasil membawa pulang piala yang paling bergengsi bagi tim bulutangkis putra sejagat. Sejarah itu terukir setelah Denmark mengalahkan Indonesia dengan skor 3-2 dengan Hans Kristian Vittinghus mengalahkan Ihsan Maulana Mustofa di partai penentuan. Kini Denmark sudah berhasil menuliskan namanya di sang piala disamping Indonesia, Tiongkok, Malaysia dan Jepang.

Sedih, iya, sedikit, tapi saya tidak terlalu kecewa karena para atlit dan jajaran ofisial sudah berusaha semaksimal mungkin sampai saat-saat terakhir. Para pemain muda pun sudah menunjukkan progres yang menggembirakan. Jonathan Christie, Anthony Ginting dan Ihsan Maulana adalah nama-nama yang akan menjadi perhatian dimasa depan. Dengan usia yang masih cukup muda, 20 tahun kebawah, mereka berhasil membawa Indonesia ke final Thomas Cup, meskipun akhirnya Anthony kalah melawan Jan O Jorgensen dan Ihsan dipatahkan Vittinghus.

Mengenai Ihsan, terlihat sekali dia sangat kecewa dengan hasil ini, mungkin dia kecewa karena dia tidak bisa mengatasi tekanan dan akhirnya tidak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. “Stand up Ihsan, Stand up. (Perjalanan) Masih jauh”. Kata-kata dukungan itu dikeluarkan oleh Anton Subowo, presiden Badminton Asia yang berasal dari Indonesia, melihat raut wajah sedih Ihsan ketika proses pengalungan medali diatas podium. Dan memang itulah yang harus Ihsan dan kita semua lakukan, bangkit dari kegagalan dan berusaha lebih keras lagi.

Yang menarik dan perlu diperhatikan dari perhelatan ini adalah bahwa sekarang peta kekuatan bulutangkis semakin merata beberapa tahun terakhir. Setelah lebih dari satu dekade Tiongkok terlihat seperti tak terkalahkan, sekarang di berbagai turnamen sudah sering terlihat Tiongkok berbagi gelar dengan yang lain alih-alih menyapu bersih setiap nomor. Sebuah perkembangan yang sehat demi keberlangsungan olahraga ini.

Sebagai seorang penikmat bulutangkis, saya yakin PBSI akan mengevaluasi hasil dari kejuaraan ini dan menyiapkan apa dan bagaimana-nya untuk menghadapi tantangan-tantangan dimasa depan. Dan semoga semakin banyak kita mendengar nama-nama seperti Jonathan Chritie, Anthony Ginting, Ihsan Maulana, Marcus Gideon, Kevin Sanjaya dan yang lain menjadi juara-juara terunamen super series kedepannya.

Well, anyway, congratulations Denmark! We will comeback stronger!

Advertisements

2 thoughts on “Thomas yang Tak Kunjung Pulang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s