kecepatan perahu kertas itu 5 cm per detik …

5 cm per second, tiba-tiba saja saya teringat akan film itu, lebih tepatnya anime sih, bagi anda-anda yang belum tahu silahkan anda bertanya kepada mbah google untuk info lebih detilnya, syukur-syukur kalau dapat filmnya sekalian. Film ini adalah film bergenre romance sebenarnya, tapi tidak happy ending, dan masuk dalam kategori must see deh. Jadi jika anda masih beranggapan kalau anime, kartun, animasi, hanya untuk konsumsi anak-anak, anda pasti masih hidup di jaman nobita masih kelas 4 SD (padahal sekarang nobita udah kelas 5 lho…loh!!). Malah sebaliknya sekarang mencari anime yang untuk anak-anak kecil sekarang yang susah, naruto, bleach, one piece, law of ueki danlainlainkalodisebutinpastigahabishabis adalah sedikit anime yang kayaknya kurang cocok untuk konsumsi anak dibawah 10 tahun. Selain karena ceritanya yang tentang ‘pertempuran’ juga karena jalan ceritanya yang susah dimengerti dan dicerna oleh anak seusia itu. Intrik politik, loyalitas, penghianatan, semua ada dalam alur cerita dari anime-anime tersebut. Tapi kalau diingat-ingat saya sejak dari kecil kalau ada anime mesti saya tonton, meskipun tidak begitu mengerti ceritanya secara menyeluruh, tapi pas melihat anime jadi senang, karena dalam dunia anime imajinasi bisa bebas sebebas-bebasnya tanpa ada hukum-hukum fisika yang membatasi, seperti menciptakan sebuah dunia sendiri. Makanya bagi yang punya adik, ponakan atau anak yang masih kecil, dampingilah kalau mereka menonton film-film kartun atau anime di tv supaya bisa dibimbing dan diarahkan ke jalan yang positif. Btw, anime favorit saya dulu adalah patlabor dan mr. ajio (kalau di indos*ar dulu namanya born to cook), sampai-sampai kalau mau nonton patlabor saya harus pulang dulu pas istirahat sekolah. Memang tega indos*ar, anime keren begitu ditayangkan di hari sabtu, pagi pula, mana ada jaman dulu SD yang cuma 5 hari sekolah.

it's all on your hand
it's all on your hand

Kembali ke 5 cm per second. sebenarnya judul lengkapnya adalah 5 Centimeters Per Second: a chain of short stories about their distance (秒速5センチメートルアチェインオブショートストリーズアバウトゼアディスタンスByōsoku Go Senchimētoru a chein obu shōto sutorīzu abauto zea disutansu).  Anime ini bercerita tentang seseorang anak laki-laki yang terperangkap dalam cinta masa kecilnya dan tak bisa berpaling sampai dia dewasa. Kalau berjalan dua arah memang indah, tapi ini tidak, hanya satu arah. Sebenarnya sih dua arah cuma jalannya saja yang tidak pernah bertemu karena jarak diantara mereka berdua. Sedangkan di lain pihak sang perempuan terus menjalani kehidupannya seperti halnya anak-anak yang lain menjadi remaja dan akhirnya dewasa dan menemukan pasangan hidupnya. Di akhir cerita mereka akhirnya bertemu (tepatnya berpapasan) dijalan secara tak sengaja di sebuah jalan perlintasan kereta listrik, dan keduanya tersenyum ketika saling berjalan menjauh dan seketika itu kenangan-kenangan mereka kembali mengalir bagai bunga-bunga sakura yang jatuh dari tangkainya, 5 cm per detik.

Perahu kertas, ini adalah project satu minggu saya yang gagal total. Lain halnya dengan Dee yang berhasil dengan project ‘gila’ nya menulis buku perahu kertas dalam waktu 55+ hari, project saya tak segila itu, cuma membaca sampai selesai perahu kertas dalam waktu seminggu, dan gagal total. Kalau saya bisa mencari kambing hitam kenapa kok gagal project nya, saya pasti langsung menunjuk Dee. Salahnya lah buku setebal lebih dari 5 cm itu habis dalam satu malam, bukan dalam waktu seminggu sesuai dengan rencana.

Perahu kertas sebenarnya bukan buku baru, sudah sejak sekitar dua tahun lalu sudah beredar namun masih dalam bentuk konten digital, sedangkan versi cetaknya baru sekitar agustus 2009. Berhubung sayanya yang kurang gaul jadi tahunya ada buku ini ya akhir tahun 2009 itupun secara tidak sengaja pas sedang browsing-browsing di internet. Buku ini adalah buku karangan Dee yang  ke dua yang pernah saya baca setelah Rectoverso yang menurut saya ide dan konsep nya sangat-sangat kreatif dan cerdas kumpulan cerita pendek dalam dua buah bentuk, tulisan dan lagu (sebenarnya dulu waktu SMA pernah juga baca supernova tapi hanya beberapa paragraf saja, jadi tidak masuk hitungan hehehe).

Perahu kertas ini kalau boleh saya bilang adalah teenlit, tapi jauh lebih berat, ceritanya tak hanya tentang romansa, tapi ada juga persahabatan, keluarga, sosial, dan pencarian jati diri. Cerita ini berpusat pada dua tokoh yaitu Kugy dan Keenan, dua tokoh yang bagai berada di dua kutub magnet yang berbeda. Kugy yang extrovert, cerdas, hancur banget, super aneh yang dijuluki mother alien oleh teman-temannya, tapi dia tahu pasti apa yang dia impikan dan sedang mulai melangkah menggapai impiannya yaitu menjadi seorang pengarang cerita dongeng anak-anak. Keenan yang pendiam, introvert, pintar, punya konflik dengan ayahnya tentang masa depannya, dia ingin menjadi pelukis, sedangkan ayahnya memaksanya untuk kuliah, dikampusnya dia dijuluki sebagai siluman kampus, dia ke kampus hanya kuliah saja tetapi memiliki IPK terbaik seangkatannya. Keduanya bertemu, berteman, saling mengagumi dan akhirnya saling jatuh cinta, namun karena satu dan lain hal (sebenarnya banyak hal) mereka tidak tahu perasaan masing-masing dan akhirnya berpisah mengikuti alur kehidupan mereka yang berbeda. Bagi yang belum baca buku ini jangan sedih dahulu, karena cerita ini berakhir bahagia, meskipun begitu ceritanya mengalir dan tidak terkesan dipaksakan.

Satu hal yang agak berbeda dengan novel atau teenlit lain yang beredar sekarang yaitu cerita bagaimana seseorang berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Segala perjuangan, pengobanan yang diambil, konsekuensi yang harus dijalani semua tersirat dan tersurat di cerita ini. Semangat seperti inilah yang sangat khas dari cerita manga-manga jepang, perjalanan seseorang menjalani terjalnya kehidupan demi mewujudkan mimpi-mimpinya.

Terus apa hubungannya dengan 5 cm per socond? jawabannya sangat jelas … Tak ada hubungannya hahahaha. Tapi ada beberapa persamaannya, keduanya dibuat oleh manusia-manusia jenius, perahu kertas oleh Dee, 5 cm Per second oleh Makoto Shinkai, mereka berdua adalah seniman ahli di bidangnya masing-masing, Dee sebagai seorang penulis yang selalu melahirkan karya-karya yang menjadi best seller, Makoto Shinkai yang disebut-sebut sebagai the next Miyazaki karena karya-karyanya yang begitu memukau dan layak disejajarkan dengan sang legenda hidup dunia anime jepang Hayao Miyazaki. Keduanya bercerita tentang cinta antara dua orang yang kemudian terpisahkan oleh jarak yang membentang diantara mereka. Dan terakhir, kedua cerita ini sangat enak untuk dinikmati highly recommended lah pokoknya.

Advertisement

4 thoughts on “kecepatan perahu kertas itu 5 cm per detik …”

  1. hwaa….aku juga’ rampung kurang dari 24 jam mas…habisnya skali baca, nggak rela brenti di tengah-tengah..hehe
    *resensinya lumayan tu buat rujukan yang belom baca perahu kertas :D*

    1. sama pe … bikin penasaran emang … tapi worthy lah dibelabelain sampe jam satu malem trus besoknya ngantuk berat di kantor buat namatin bukunya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: