mari kita baca …

haloooww apa kabar??!!

saya baik-baik aja kok disini – emang ada yang nanya ya?. sudah lama juga ternyata saya ga buang sampah disini, ya biasalah kerjaan sedang sibuk-sibuknya jadi ga sempat nulis-nulis lagi disini – bilang aja males, ga usah pake ngeles.

sekarang di meja kamar saya sedang penuh sama buku-buku. ada juga benda-benda lain sih seperti map kotak tempat nyimpan-nyimpan file, glue stick, hardisk rusak, mantan hardisk laptop yang sekarang jadi hardisk portable, duit koin 500 an rupiah 5 keping, cutton but yang tinggal 3 biji, hape, mp3 creative zen stone 500mb, pmp cowon j3, post it, charger kamera dan tentu saja laptop si biru nan berdebu ini. nah loh, ini yang banyak bukunya apa barang-barang lainnya sih sebenarnya?.

saya memang hobi baca, tapi kebanyakan yang saya baca adalah novel, kumpulan cerpen atau yang paling sering ya komik. nah ceritanya waktu itu saya sedang menunggu jam nonton film angry driver, film action yang isinya 80% tembak-tembakan dan sisanya “adegan” yang lainnya. tapi tetep tiada yang bisa mengalahkan ke-dashat-an pathfinder deh kalau soal nyampahnya hehehe, kalau saya rating pathfinder 2.5 maka angry driver saya kasih rating 3 dari skala 5. dan berhubung film nya masih sekitar satu jam lagi pergilah saya dan kedua teman kontrakan saya ke gramed. entah saya ketempelan apa tiba-tiba pas ke gramedia saya beli dua buku yang keduanya bukan novel, bukan buku komputer apalagi komik. “negosiasi anti gagal” dan “selling blue elephants” adalah kedua buku yang menarik mata dan mampu membuat tangan mengulur mengambil dari rak dan merogoh dompet di depan mbak kasir.

ok, yang kenal saya pasti mafhum kalo i’m not good in dealing with people, let alone negotiating. dan buku pertama pastinya untuk yang ini. nah untuk buku yang kedua ini sekilas dari sampulnya lebih mirip buku postgreSQL dari pada buku tentang pengembangan diri (atau mungkin lebih ke marketing sih ) karena sampulnya ada gambar gajah birunya yang juga adalah icon dari postgreSQL. Continue reading “mari kita baca …”

Advertisements

new header v 1.0.1 (unstable)

kelamaan mikir buat wishlist v 2.0, akhirnya yang di rilis duluan malah header v 1.0.1 (unstable) di blog ini. if you notice, header blog saya sudah tidak lagi bergambar tempat sampah tapi sudah berganti menjadi potongan foto yang agak abstrak. tapi tetep kok tagline-nya : tempat sampahnya noval. karena memang ini tempat nyampahnya saya 😀

rush by novalp
rush by novalp

foto diatas bisa juga dilihat di halaman flickr saya, atau View On Black untuk versi hugeblack nya.

foto tersebut diambil di clarke quay singapore. nah ngomong-ngomong tentang pergi ke singapore, obviously that was my first time i went there, and also that was my first i had been abroad (haha..maklum wong ndeso). bagi yang belum tau apa itu clarke quay bisa lihat di sini atau di wikipedia. Continue reading “new header v 1.0.1 (unstable)”

Mencoba sukses kembali

Yup, itu adalah judul album terbaru dari The Changcuters yang tengah meledak di pasaran. Changcuters menurut saya adalah salah satu dari dua band baru yang terbaik yang ada di negeri ini, selain Nidji tentunya. Saat pertama lihat band ini, entah berapa taun silam (lupa, maklum udah tua) kesan pertama adalah “sumpah aneh”, mulai dari kostum yang 70’s ketat-ketat sampai lagunya yang ‘nyleneh’ pada saat itu. Tapi karena itu pula mereka mendapat tempat dihati para pendengarnya, termasuk saya juga, yang sudah bosan dengan lagu-lagu yang mainstream yang selalu diputar ndak itu si TV, radio ato bahkan di mall-mall, dan mereka (Changcuters) menawarkan sesuatu yang lain dan berkualitas, makanya mereka mendapat sambutan yang bagus dari pecinta musik negeri ini.

Ngomong-ngomong masalah Changcuters, apa bener orang yang suka lagunya changcuters juga suka lagunya nidji?

Kembali ke topik utama, sebenarnya sekarang saya sedang mencoba sukses kembali menggunakan linux yang sempat terlantarkan beberapa bulan, hampir satu semester kayaknya. Dulu saya kenal barang yang satu ini ketika masih duduk di bangku semester 2 saat pelajaran SISOP (Sistem Operasi) yang dosennya waktu itu adalah Pak Iyan (Febriliyan Samopa) yang sekarang beliau masih melanjutkan studinya S3 di Heroshima University Japan, dan asistennya adalah siapa lagi kalau bukan dengan ibu Iin (Nur Aini Rahmawati). Memang pada awalnya karena terpaksa, namun karena keseringan dan penasaran akhirnya keterusan. Yang membuat saya menjadi lebih tertarik lagi dengan linux adalah ketika pas mengerjakan tugas akhir dari mata kuliah SISOP yaitu membuat distro dengan LFS alias Linux From Scratch. Dari bahasanya saja sudah kelihatan, membangun linux dari kepingan-kepingan program yang dikompilasi dan di konfigurasi sehingga akhirnya menjadi sebuah sistem operasi yang bisa digunakan. Meskipun gagal, namun malah justru membuat penasaran sampai sekarang (belum sempet bikin LFS lagi…. 😦  ).

Terhitung mulai saat itu saya mulai mencoba mencari-cari distro mana yang kira-kira berjodoh dengan saya (halah…). Mulai dari rad-hat yang dipakai pas praktikum, trus berganti fedora, mulai fc 1, 2, hingga 4 (kalau ga salah), dan karena berbagai insiden buruk akhirnya saya agak-agak ‘malas’ berurusan dengan rad-hat dan turunan-turunannya (sebenarnya yang cupu itu saya-nya bukan rad-hatnya, makanya terjadi insiden-insiden tersebut). Setelah itu saya mulai mengenal Ubuntu, kalau ga salah edisi yang 5.04, dan inilah distro yang paling lama saya gunakan, hampir sekitar 2 tahunan. Pernah juga iseng-iseng mencoba zenwalk, vector, knnoppix, kuliax dan lain-lain namun karena alasan kemudahan update dan support saya masih tetap menggunakan ubuntu.

Namun yang membuat saya kecewa dengan ubuntu adalah support java nya kurang pada release 8.04 kalau ga salah, saat itu saya sedang butuh-butuh nya java untuk mengerjakan TA, pas setelah upgrade dari 7.10 ke 8.04 ternyata java nya bermasalah. meskipun banyak forum yang membahas dan memberikan solusi namun hasilnya tetap kurang memuaskan, karena kepepet waktu akhirnya terpaksalah saya mengerjakan TA dengan menggunakan windo**.

My Slack Desktop
My Slack Desktop

Continue reading “Mencoba sukses kembali”

Sampah#3 : Had a BAD DAY

Just wanna Sing this song ….

Where is the moment we needed the most
You kick up the leaves and the magic is lost
They tell me your blue skies fade to gray
They tell me your passion’s gone away
And I don’t need no carryin’ on

You stand in the line just to hit a new low
You’re faking a smile with the coffee you go
You tell me your life’s been way off line
You’re falling to pieces every time
And I don’t need no carryin’ on

Because you I had a bad day
You’re taking one down
You sing a sad song just to turn it around
You say you don’t know
You tell me don’t lie
You work at a smile and you go for a ride
You I had a bad day
The camera don’t lie
You’re coming back down and you really don’t mind
You I had a bad day
You I had a bad day Continue reading “Sampah#3 : Had a BAD DAY”

TA in progress#2: Target Completed

Marilah kita panjatkan rasa syukur kita kehadirat Allah tuhan semesta alam, atas berkah dan rahmah-Nya lah akhirnya kita dapat bertemu di hari dan tempat yang berbahagia ini. Dan kepada semua pihak yang telah turut membantu, Ibu Wiwik, Pak Rully, Ibu Mahendra, serta tak lupa teman-teman dan saudara-saudara semua yang saya hormati. (mas…mas, maaf mas ini bukan tempatnya naskah pidato mas, ini blog mas …. sadar mas..sadar … nyebut!!!)

Akhirnya sodara-sodara, target minggu ini terpenuhi juga… “The main algorithm program is completed” meskipun masih tanpa GUI (Graphical User Interface). Setelah menjukkan hasilnya (hasil dari program tentunya) kepada dosen pembimbing, akhirnya … pundak saya ditepuk oleh beliau bung … tapi bukan karena marah tentunya … hehehe 🙂 .

Ada sesuatu yang menarik sebenarnya dari pertemuan tadi siang yang berlangsung di Lab TA nya jurusan SI. Pada saat itu beliau sedang menyaksikan demo program TA nya Nurkholes Saputra (baca: Nikolas Saputra …eitsss), dan ketika pertama kali saya masuk beliaunya langsung bertanya

Pembimbing : “Gimana kabar doramanya?”
dalam hati : singhhhh …. loh … maksudnya???
Pembimbing : “Apa judulnya Coffe … Coffe Prince ya?”
Pembimbing : “Ada di share-share an?”
dalam hati : nah loh … makin mlongo deh … Kok bisa-bisanya bapaknya tau ya kalau saya emang suka sama itu film?

Continue reading “TA in progress#2: Target Completed”

Jadi Makin Inferior

Barusan saya mencoba bergabung dengan milis Jug-Bonek, yaitu milis Java untuk daerah Surabaya dan Jawa Timur umumnya, informasi lebih lanjut dari milis ini silahkan bukan blognya Kiki yang juga merupakan moderator dari milis ini. Memang milis ini masih sepi, terhitung sampai detik ini member dari milis ini masih hanya 16 orang (semoga tambah rame … amin) karena emang baru dibuat sebulan yang lalu tepatnya tanggal 13 April 2008.

Setelah membaca isi dari milis tersebut, ada sesuatu yang terlintas di pikiran saya : ‘waduh kok banyak yang ga nyambung gini ya … ‘. Di milis ini tak ubahnya dengan milis Jug (Java User Group) topik yang dibahas bisa dikategorikan tingkat tinggi, paling tidak menurut saya secara saya masih cupu dalam Java. Dan bagi yang cupu-cupu, seperti saya, harus berusaha keras agar bisa mengerti bahasan yang sedang dibahas karena banyak istilah-istilah yang asing bagi seorang pemula seperti ORM, DAO, ibatis, hibernate de el el es be (makanan apa lagi itu???).

Dari sinilah (salah satunya) saya jadi merasa semakin inferior, dan ternyata masih banyak-banyak dan banyak sekali yang harus saya dipelajari lagi. Sebenarnya ada baiknya juga seperti ini karena dengan begitu saya akan tahu ternyata di luar sana ada hal-hal semacam ini yang sampai saat ini saya belum tahu. Namun kadang-kadang ini juga jadi boomerang sih, kadang-kadang bisa karena merasa terlalu inferior kita akan sampai ke tahap selanjutnya dari Inferiority Complex Syndrome yaitu Mutung Complex Syndrome. Kalau sudah sampai tahap ini maka ya …. sudah lah.

Bagi yang pemula-pemula seperti saya mari kita belajar-bersama sama, Live is long life learning folks.

Pulang ketemu nikahan

di tepi kota ini
ku merasa sangat sepi
berdiri di atas karang
ku kenang wajahmu

berikan aku waktu
‘tuk berlabuh ke pelukmu
sadarkan semua niatmu
dan jangan tinggalkan aku
jangan tinggalkan

Nidji, Pulang …

Bukannya kangen ataupun homesick, tapi itu lagu yang sedang berdendang di Zen Stone saya ketika membuat tulisan ini, dan sendirian pula, di pojokan lantai tiga sebuah kampus Institut Teknologi di Surabaya, bukan Institut Teknologi Surabaya lho … (memangnya ada?), ditambah lagi dengan dinginnya AC yang padahal di remote-nya sudah menunjukkan angka 20 (dua puluh) derajat celcius tapi dinginnya tetap as*m.

Kenapa tidak homesick alias kangen rumah? ya karena habis pulang hehehe …. *garing dan ga penting banget kan*.

Btw, anyw, busw, kemarin, tepatnya sih hari minggu 6 april 2008, ada acara yang membuat saya harus pulang dan bekerja ekstra keras dirumah (menghabiskan makanan, merapikan tempat tidur setelah bangun, dan tetap bangun di siang hari). Yaitu acara resepsi pernikahan kakak perempuan saya. Sedikit OOT, yang menikah ini kakak perempuan saya yang no tiga, kakak perempuan yang pertama sekarang sudah mempunya dua anak, yang keduapun (yang juga perempuan) sudah menimang seorang anak, kalau begini kayaknya kok saya sudah tua ya, sudah punya tiga keponakan, bahkan sudah seharusnya dipanggil kakek oleh cucunya sepupu … (sepupu aja udah bercucu … wuih.. tua banget).

Continue reading “Pulang ketemu nikahan”