Erasmus Mundus: What’s the Deal?

Erasmus Mundus thingy
Erasmus Mundus thingy

Akhir tahun seperti ini adalah bulan-bulan sibuk bagi scholarship hunters karena pada setiap akhir tahun biasanya banyak pendaftaran kuliah dan beasiswa dibuka, begitu juga dengan beasiswa Erasmus Mundus. Nah, kalau ingin sekolah ke Eropa tapi tidak hanya ke satu negara saja, silahkan apply salah tiga (maksimal) dari 138 program Erasmus Mundus tahun ini.

Satu program Erasmus Mundus terdiri dari minimal dua universitas di negara berbeda di Eropa kecuali action 2 (mungkin). Travel dari negara satu ke negara yang lain itu adalah pasti dan kalau beruntung bisa travel ke 6 universitas di 6 negara yang berbeda dalam 2 tahun masa studi. Selain itu, yang jadi kelebihan beasiswa Erasmus Mundus adalah there is no such kind of bonding or whatsoever. Jadi bebas mau ngapain aja setelah lulus, boleh balik ke negara asal, nerusin Ph.d, kerja di luar atau bikin startup sendiri, terserah tapi bertanggung jawab! Sedangkan untuk besaran beasiswa Erasmus Mundus tahun ini,  2012/2013, totalnya adalah 48K EUR untuk semuanya; tuition fee, living cost, asuransi dan biaya travel nya. Besaran beasiswa ini mungkin saja bisa berubah di tahun-tahun mendatang (jumlahnya biasanya disebutkan di web programnya), tapi InsyaAllah cukup lah untuk hidup di Eropa *berdoa*.

Mengenai dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk apply Erasmus Mundus, kita harus benar-benar ngecek ke web masing-masing program karena bisa jadi setiap program mempunyai requirement yang berbeda, seperti pas apply DESEM, saya diminta menyediakan surat keterangan akreditasi jurusan S1 tempat saya kuliah dahulu (Sistem Informasi ITS). Satu lagi, Erasmus Mundus ini solely hanya berdasarkan dokumen saja seleksinya, AFAIK. Jadi persiapkanlah dokumen-dokumen yang akan dikirim sebaik-baiknya, jangan kayak saya yang kelabakan karena baru daftar H-5 sebelum deadline 😀

Sebenarnya ada beberapa dokumen-dokumen umum yang sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari karena biasanya prosesnya agak memakan waktu dan juga bisa dipakai untuk apply sekolah dan beasiswa yang lain di lain kesempatan, and here they are:

Official Copy of Certificate and Transcript in Original Language and in English. Ini maksudnya adalah legalisir dari ijazah dan transcript baik yang bahasa Indonesia atau Inggris. Untuk ijazah bahasa inggris, biasanya setiap kampus sudah bisa menyediakan ijazah yang versi bahasa inggris, untuk ITS ini bisa diurus di BAAK kalau tidak salah, kalau yang belum ada sepertinya diterjemahkan di penerjemah tersumpah juga cukup.

Recommendation Letters, biasanya setiap program/beasiswa/universitas meminta dua surat rekomendasi yang salah satu (atau dua-duanya dari dosen) dan atau satunya dari atasan kalau sudah bekerja. Menurut saya ini adalah salah satu komponen yang paling penting dalam seleksi, jadi usahakan mintalah pada dosen atau atasan yang benar-benar mengenal anda. Dan saya beruntung saya punya dosen wali dan atasan yang super baik. Oh ya kalau memang punya lebih dari dua surat rekomendasi ga ada salahnya juga dikirim semua, just as I did, rekomendasi dari dosen, bos dan HR (dengan kop resmi perusahaan).

Motivation Letter, ini semacam short essay (biasanya maksimal 2 halaman) berisi tentang mengapa ingin sekolah lagi, mengapa memilih program/universitas ini dan apa yang akan dilakukan setelah lulus dari universitas nantinya. Dalam menulis motivation letter usahakan be your truly self and don’t use those flowery words semacam “saya ingin mengabdi pada bangsa dan negara setelah saya menyelesaikan studi ini”, usahakanlah menulis sesuatu yang konkret tapi jujur. Tapi ada juga universitas yang tidak mensyaratkan motivation letter tapi meminta essay (biasanya 2500 kata) sebagai gantinya seperti Delft, jadi mari belajar menulis lagi.

English Language Certificate, ini bisa berupa TOEFL IBT, atau IELTS. Biasanya nilai minimal untuk TOEFL IBT adalah 90 dan IELTS adalah 6.5 (tanpa ada nilai kurang dari 6 di setiap sectionnya). Saya dulu pake IELTS, alasannya karena pengen aja sih sebenarnya, hehe. Dan saya harus ikut IELTS lagi agar mendapatkan unconditional offer dari DESEM karena nilai writing saya yang masih kurang dari 6 waktu itu, dan Alhamdulillah my score was just at the minimum requirement yet still, I am a bad writer. Satu lagi kalau pakai IELTS yang dikirim ga perlu hasil asli, tapi cukup copy nya aja karena bisa di validasi online, kurang tahu kalau TOEFL IBT.

Curriculum Vitae, khusus untuk Erasmus Mundus dan beberapa universitas-universitas Eropa, mereka meminta CV dengan format europass yang sepertinya memang khusus untuk kebutuhan studi bukan untuk melamar pekerjaan, apalagi anak orang.

Passport, kalau yang ini wajib punya sebelum apply kemana-mana, paling tidak kalau belum ada pengumuman beasiswa tapi ada tiket promo air asia bisalah buat jalan-jalan, yah minimal ke Singapore atau Malaysia lah. Ayo ngantri di imigrasi!

Dan ada beberapa dokumen tambahan yang sebaiknya disiapkan juga karena bisa jadi dibutuhkan saat proses aplikasi visa atau yang lain seperti akta kelahiran dan versi bahasa inggris dan legalisirnya, SKCK dan legalisirnya dan kartu keluarga dan versi inggrisnya serta legalisirnya juga.

Silahkan baca juga sharing dari my lovely lecturer tentang bagaimana pengalaman beliau mendapatkan beasiswa dan dokumen-dokumen yang perlu disiapkan, dan juga ini adalah sharing tentang dokumen-dokumen untuk apply Erasmus Mundus dari salah satu awardee Erasmus Mundus action 2 yang sekarang sedang berada di Porto, Portugal. Dan terakhir tulisan dari I Made Andi Arsana tentang beasiswa plus trips trick nya.

Saran saya sebelum apply beasiswa atau sekolah postgrad, pikirkan dulu baik-baik kalau mau kembali kuliah lagi. Pilihlah yang sesuai dengan kemauan dan passion (kalo udah nemu), jangan hanya karena mau kuliah di luar saja atau biar bisa update foto-foto keren di jejaring sosial. Jangan sia-siakan waktu 2 tahun untuk hal yang pada akhirnya tidak diinginkan. Ingat, kuliah itu berhubungan erat dengan tugas dan belajar, jadi kalau niatnya cuma untuk jalan-jalan ya better to find a decent job and start saving.

Happy preparing!

Advertisements

7 thoughts on “Erasmus Mundus: What’s the Deal?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s