FirstTimeSeries#1: lebaran nan jauh di mato

left overs
left overs

Kalau kita bicara tentang lebaran maka angan-angan kita pasti menerawang jauh ke tempat yang disebut rumah dengan segala sajian spesial di hari kemenangan. Pasti juga membayangkan ‘keribetan-keribetan’ yang harus dilalui untuk mencapai rumah, mudik (bagi yang melakukannya) tentu saja.

Jadi ingat pengalaman mudik teribet itu pada lebaran 1431H (2010), itu adalah perjalanan mudik terlama dan ter-ribet sepanjang hidup sampai saat ini, perjalanan Batam-Jombang ditempuh dalam waktu dua hari dua malam padahal normalnya hanya memakan waktu 12 jam, itupun sudah termasuk waktu tunggu di bandara dan perjalanan Juanda – Jombang. Ya rute yang kami ambil saat itu emang agak-agak nyleneh sih: Batam-Singapore-Denpasar-Surabaya-Jombang, not to mention the long bus ride from Denpasar to Gilimanuk, but paid off by the beautiful landscape of the island along the road. The thrill when we had to catch the boarding ferry to Banyuwangi and last was 8 hours on a night train from Banyuwangi to Surabaya. Yes .. it was fun, real fun!

Dan lebaran tahun inipun edisi spesial karena harus stay di Batam, jaga kandang, dan inilah lebaran pertamaku di tanah yang jauh dari rumah, but hey, there will be the first for everything right? and I am expecting more of this in the following years.

Gimana rasanya lebaran dirantau? Its ok, to me personally, ya karena ini adalah resiko dari pilihan sih, so I have to live with it. Tapi ada sesuatu yang tidak tergantikan ketika ber idul fitri di rumah, yaitu ketemu keluarga besar. Ketemu Pak De, Bu De, Pak Lek, Bu Lek, sepupu-sepupu, melihat keponakan-keponakan yang udah tambah gede dan saking banyaknya sampe kadang-kadanng ga tau namanya hehe. Kalau masalah keponakan, ada lumayan banyak keponakan (anak dari sepupu) yang seumuran dan bahkan lebih tua, dan sepertinya sebagian besar sudah menikah dan punya anak, grandpa huh, old is inevitable I guess.

But there is a bright sight on this, there will be not many people asking me the ‘kapan … ‘ question, at least for this week 😀

Last, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433H, mohon maaf lahir batin dan semoga kita bisa bertemu ramadhan tahun depan dan bisa merayakan hari kemenangan ini lagi.

I’m expecting a news this very week, and I hope it will come soon.

Advertisement

8 thoughts on “FirstTimeSeries#1: lebaran nan jauh di mato”

  1. Sempet denger live cerita pengalaman mudik 2010 pas halal bi halal di TP 😀

    Enjoy question-free lebaran, i’m sick of answering ‘kapan’, ‘doain aja’…what to pray anyway? *loh malah curhat..wkwk

    Oh ya…once more (krn udah ngucapin di blogku haha), maaf lahir batin yaa 🙂

  2. Hahaha..the ultimate question : Kapan?
    ngerasain juga akhirnya lebaran kemaren diberondong dgn pertanyaan itu.. :))

    Mohon maaf lahir batin ya Mas.. 😀

  3. :)) just read this
    most interesting part “The thrill when we had to catch the boarding ferry to Banyuwangi and last was 8 hours on a night train from Banyuwangi to Surabaya. Yes .. it was fun, real fun!”
    ==> really fun 😕 yah,.,.., once of a lifetime

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: