Jakarta, oh Jakarta

Saya takut hidup di Jakarta, beberapa waktu terakhir tulisan ini menjadi topik hangat di berbagai social media dan banyak pula tanggapan tentang tulisan ini dan kebanyakan menyatakan hal yang senada dengan pengalaman @budiman_hakim sang penulis. Nah, pernah dengar ungkapan Ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri? Bisa jadi itu benar adanya melihat dari tulisan itu.

godbye jakarta
godbye jakarta by novaldiflickr, on Flickr

Mungkin ada juga yang berkata what doesn’t kill you makes you stronger, dan merasa kehidupan keras di Jakarta akan membuat seseorang semakin tough, tidak cengeng dan survive. Benar, tidak salah memang tapi ini #SalahKonsep menurutku. Untuk survive seseorang itu butuh adaptasi dan kebanyakan adaptasi itu adalah mengikuti aturan yang ada. Lo nyikut gue sikut, lo nendang gue tendang.

Malcolm Gladwell dalam bukunya The Tipping Point mengatakan untuk membuat sebuah epidemic diperlukan 3 buah kunci: The Law of The Few – orang-orang yang seperti apakah yang berperan sebagai kunci penyebaran informasi dan ide, Stickinessepidemic hanya bisa terjadi apabila kontennya harus mudah diingat dan bisa menggerakkan seseorang, dan yang terakhir adalah The Power of Contextepidemic itu sangat sensitif terhadap keadaann dan lingkungan tempat dia terjadi.

Apa hubungannya dengan tulisan @budiman_hakim? The power of context, lingkungan, situasi, keadaan. Pada tahun 1980 an di New York kejahatan merajalela, setiap hari terjadi ribuan kejadian kriminal dan tak jarang berujung dengan kematian. Suara tembakan dan sirine polisi adalah makanan tiap hari disana. Namun semua berubah ketika negeri api menyerang pada 1990 an. Tingkat kejahatan menurun drastis sekitar 50-75 persen, fantastis bukan? Disinilah letak Power of Context, dengan sedikit perubahan di lingkungan yang mungkin tidak mencolok namun bisa mengubah banyak hal. Pada tahun 80 an, subway di New York amat sangat tidak nyaman, graffiti dimana-mana, mulai dari tembok di stasiun sampai di dalam gerbong kereta. Banyak penumpang yang naik kereta dengan tidak membayar karcis, dan lain-lain. Pada pertengahan 80 an David Gunn sebagai subway director yang baru, menyatakan perang dengan para perusak itu. Sejak saat itu graffiti mulai berkurang dan berangsur-angsur hilang dan para penumpang ilegal ditindak dengan tegas dan hasilnya adalah turunnya tingkat kriminalitas di New York. Dan itu adalah penerapan dari broken window theory.

Itulah kenapa terpikir mungkin kejadian-kejadian yang terjadi di ibu kota itu adalah akibat dari perubahan konteks yang dilakukan entah secara sengaja ataupun tidak. Lihat sinetron-sinetron yang ditayangkan di tv? tayangan yang isinya hanya seputar cinta-harta-tahta-dendam. Beritanya pun sebelas duabelas, isinya hanya berita-berita kriminal saja, seolah membaca koran memo bergambar. Pembiaran pelanggaran oleh para penegak hukum, contoh gampangnya : trotoar yang sudah beralih fungsi menjadi jalan motor. Sadar atau tidak itulah yang membuat kenapa banyak perilaku-perilaku salah yang menjadi seakan-akan benar. Keadaan dan lingkungan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Tetap idealis, jangan berkompromi, dan ajaklah orang-orang terdekatmu melakukan hal yang sama. Syukur kalau bisa menjadi sebuah epidemic, sebuah movement untuk kehidupan yang lebih baik πŸ™‚

anyway this is my 100th post, yes, finally.

Advertisement

2 thoughts on “Jakarta, oh Jakarta”

  1. “Namun semua berubah ketika negeri api menyerang pada 1990 an”

    asem udah serius bacanya malah ngakak πŸ˜†

    perubahan dimulai dari diri sendiri, mulai dari kebiasaan, mendarah daging jadi tingkah laku, dan semoga bisa memberi dampak paling minimal di keluarga, menyebar ke teman sepergaulan, tetangga, dan semoga bisa semakin luas.
    udah mulai hopeless kalo bukan kita sendiri yang mulai, mau menggantungkan sama siapa lagi?

    1. hehehe … too bad to be erased πŸ™‚

      iya, harus dimulai dari diri sendiri, semoga generasi kita bisa menjadi pelopor perubahan πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: