Mestakung

Mestakung, bukan judul yang eye catchy untuk sebuah buku, iya kan?! Saya bertemu dengan buku ini pun secara tidak sengaja akibat salah jadwal nonton film three musketeers, yang di web tertulis jam 19:00 eh ternyata di bioskopnya sudah mulai jam 18:30, terpaksa saya membeli tiket untuk jam selanjutnya, 20:45. Akhirnya berkelanalah saya ke satu-satunya Gramedia yang ada di Batam (as far as i know) yang untungnya satu mall dengan bioskop tempat saya akan nonton film. Di pintu masuk toko buku itulah mata saya terpaku melihat sebuah buku yang covernya ada foto dari penulisnya, salah seorang idola saya, fisikawan Prof. Yohanes Surya, Ph.D. Buku itu berjudul mestakung. Mungkin kalau pengarangnya bukan Prof Yo, saya tidak akan membeli buku ini.

The most active star-forming galaxy in the distant universe, nicknamed the "Baby Boom" galaxy
The most active star-forming galaxy in the distant universe, nicknamed the "Baby Boom" galaxy

Saya suka fisika, jujur itulah mata pelajaran yang paling saya sukai di SMA, sounds geeky, eh?! Percaya atau tidak, fisika ITS adalah pilihan kedua saya di SPMB setelah Sistem Informasi ITS tentunya. Di bidang fisika beliaulah salah satu idola saya, mengalahkan Sir Isac Newton, Blaise Pascal dan Archimedes, Selain idola saya yang lain Albert Einstein, Stephen Hawking dan Brian May sang gitaris Queen tentunya. Di perpustakaan SMA saya dulu ada beberapa buku fisika karangan beliau, semuanya buku fisika untuk latihan soal olimpiade fisika kalau tidak salah. Yah meskipun saya tidak pernah ikut olimpiade fisika (I’m not that genius anyway) tapi paling tidak fisika saya tidak pernah dapat nilai 6 di raport. Yang saya suka dari beliau adalah konsistensi dan sumbangsihnya dalam bidang fisika bagi dunia pendidikan Indonesia. Beliau lah yang melatih dan memimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) sejak pertama kali Indonesia mengikuti olimapiade fisika internasional (IPhO) ke 24 tahun 1993 di kampus tempat beliau menyelesaikan studi doktoralnya, College of William and Marry Williamsburg, hingga sekarang. Kembali ke mestakung, mestakung adalah singkatan dari Semesta Mendukung. Semesta Mendukung adalah istilah yang digunakan oleh Prof. Yo untuk menggambarkan proses pengaturan diri secara bersama-sama ketika berada dalam kondisi kritis. Pernahkah anda mendengar cerita ketika seseorang lari dikejar anjing galak dia mampu melompati tembok setinggi 1.5m? Pernahkah anda mendengar seseorang yang mampu mencapai target yang bisa dibilang sebagai mission impossible? Pernahkah anda semalaman ngelembur untuk mengerjakan tugas yang deadlinenya besok pagi dan akhirnya nya dibantu oleh teman-teman atau saudara secara sukarela? Itulah yang dinamakan mestakung, dimana anda dan lingkungan anda akan mengorganisasi diri secara spontan dan bersama untuk menghasilkan sesuatu yang tidak terduga.

Buku ini menceritakan tentang pengalaman beliau dan tim olimpiade fisika Indonesia mulai dari tahun 1993 hingga 2006 beserta suka duka, hambatan dan perjuangannya. Hambatan dalam keterbatasan dana, tantangan dalam menyiapkan tim-tim yang bisa membawa bendera Indonesia berkibar, perjuangan dalam meloloskan Indonesia di IPhO 24, IPhO pertama yang diikuti oleh wakil dari Indonesia, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun dalam menghadapi segala hambatan dan rintangan tersebut, beliau merasa bahwa fenomena mestakung selalu terjadi dan membuat apa yang seolah-olah tidak mungkin menjadi kenyataan. Hingga pada akhirnya Indonesia berhasil menjadi juara dunia di IPhO ke 37 tahun 2006 di Singapura dengan 4 medali emas dan 1 perak dengan 1 absolute winner (nilai tertinggi di setiap kriteria penilaian).

Mestakung dapat terjadi karena rangsangan dari tiga hal: kritis, langkah dan tekun. Dan beliau menyingkatnya menjadi krilangkun. Di buku ini beliau juga membuat tiga hukum mestakung yang diturunkan dari ke tiga hal tersebut, what do you expect he is a physicist anyway. Tiga hukum mestakung tersebut adalah:

Hukum Kritis: dalam setiap kondisi kritis pasti ada jalan keluar. Hukum Langkah: Ketika kita melangkah, terlihatlah jalan keluar. Hukum Tekun: ketika kita melangkah dengan tekun, terjadilah Mestakung.

Buku ini membuat saya kembali berangan-angan dan merenung tentang mimpi-mimpi dan apa saja yang sudah saya lakukan untuk menggapai mereka, alhasil sukses galau malam-malam. Beberapa minggu terakhir saya memang merasa less motivated, bosan dan malas ngapa-ngapain. Maybe God has a plan for me so He made me bought this book, yang jelas buku ini berhasil manaikkan kadar motivasi saya untuk mulai melangkah dan menyusun tangga untuk mengambil bintang-bintang yang saya gantung di langit-langit atas sana. Memang perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama.

Buku ini jugalah yang menginspirasi film dengan judul yang sama, Semesta Mendukung, dan salah satu aktor nya adalah persiden #Jancukers mbah Sudjiwo Tejo.

Sebenarnya saya membeli dua buah buku waktu itu, satunya adalah bukunya Pandji Pragiwaksono, Nasional.Is.Me, yang sampai sekarang masih terbungkus plastik, belum sempat saya baca.

Anyway ada dua kejadian yang menghebohkan di dunia olah raga terjadi hari ini minggu 23 oktober 2011, yaitu meninggalnya pembalab Marco Simoncelli akibat kecelakaan di GP Sepang dan MU yang di bantai City 1-6 di Old Trafford.

Advertisement

14 thoughts on “Mestakung”

  1. cerita ketika seseorang lari dikejar anjing galak dia mampu melompati tembok setinggi 1.5m?

    -kayak cerita pak rully 😀

  2. Semesta Mendukung, kayak gerakan Sejuta Facebook gtu kali yah..:d *ga nyambung* *edisi komen geje* 😀

    btw, happy birthday mas nopal.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: