Crazy at Saturday,5 places, 8 1/2 hours, from east to west Surabaya #1

Beginilah kisah kumpulan mahasiswa yang stress jenuh pikirannya akibat efek dari mengerjakan TA yang tiada kunjung kabar baiknya alias tidak jelas, dan semakin tidak jelas lagi ketika Sabtu kemarin kuliah tambahan Intelegence System kelas B tidak jadi ada. Akhirnya kami, kumpulan mahasiswa-mahasiswa *bedheng dan agak gendheng* tersebut yang terdiri dari Alfin, Nandha, Noval, Rijol, Ivan, Sofian, Kholes, Denny, Ali, Wah, Oyek dan Mirza si Cagak (bukan salah satu anggota, hanya adik kos-nya Rijol, anak TI 06, yang diperdaya anak-anak) memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke PTC (Pakuwon Trade Center). Akhirnya setelah semua anggota lengkap, pukul 15.30 WIB kami berangkat menuju PTC yang jauhnya amit-amit dari tempat kos nya Rijol yang ada di daerah sekitar kampus ini.

@PTC
Disini Oyek, karena satu dan lain hal, akhirnya tidak dapat meneruskan perjalanan dan harus kembali pulang … you miss the best part man. Disana kita hanya jalan, jalan, jalan dan jalan dan sesekali menengok toko-toko yang memajang berbagai macam mainan di etalasenya. Setelah puas, tujuan selanjutnya adalah TimeZone, dengan permainan utamanya yaitu … DDR *Dance-Dance Revolution*. Setelah puas dan berkeringat, kami melanjutkan perjalanan ke bagian yang PTC yang tak kalah menariknya yaitu … Pet Shop … tempat dimana binatang-binatang peliharaan diperjual belikan, mulai dari tikus-hamster, Hedgehog, ikan gatul, kura-kura, sampai buaya ada di situ. Setelah tujuan utama pergi ke PTC tercapai yaitu sholat Maghrib, akhirnya kami yang tinggal ber-kesebelasan pergi melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya.

Foto depan aquarium

Dari kiri ke kanan : Ali, Ivan, Kholes, Denny

@D’Cost
D’Cost adalah sebuah restoran yang letaknya bersebelahan tak jauh dari PTC, motonya adalah ‘Rasa bintang lima, harga kaki lima’. Awalnya saya masih sangsi dengan moto tersebut, namun ketika masuk dan melihat daftar menu yang ada baru saya mengerti. Di menu tercantum kata-kata sakral bagi para mahasiswa ITS, yaitu ‘nasi Rp. 1000 Semaunya‘, dan belum lagi harga es teh manis nya, lebih murah dari warung-warung yang ada di saentero Gebang dan Keputih yaitu Rp.500. Disini mungkin kami memecahkan rekor, yaitu meminta nasi sampai tambah 4 rantang, sebenarnya masih ingin tambah lagi sekitar 2-3 rantang, namun ternyata anak-anak masih mengenal kata malu dan sungkan. Di sana (D’Cost) nasinya tidak disediakan per piring namun diambilkan per-rantang baru kemudian dibagi di piring masing-masing. Dsn disinilsh saya mendapat beberapa pelajaran penting yaitu:

  1. Jangan makan di tempat seperti ini dengan anak-anak ITS (Habisnya banyak dan malu-maluin, kebiasaan makan dengan porsi kuli).
  2. Jangan memesan menu Cumi-cumi Saos Tiga Rasa (Bikinnya lamaaaaaa …. sampai minumnya habis dan nasinya jadi dingin).
  3. Jangan membuka resto seperti ini di dekat kampus ITS, soalnya balik modalnya akan panjaanggg dan lamaaa (yah … dengan harga segitu dan dengan kata ‘Semaunya’ akan membuat mahasiswa-mahasiswa ITS menjadi brutal dan beringas).

DCost1

Dcost2Dcost3

bersambung ….

Advertisements

One thought on “Crazy at Saturday,5 places, 8 1/2 hours, from east to west Surabaya #1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s