Making a Decision

Setiap saat kita pasti berhadapan dengan sesuatu masalah yang membutuhkan sebuah keputusan. Ya … setiap saat, mulai dari ‘nanti sarapan dimana?’, ‘berangkat ke kampus jam berapa?’ atau mungkin ‘pake mandi atau tidak ya?’. Itulah persoalan yang biasa kita hadapi sehari-hari dan kita tidak menyadari bahwa di situ telah terjadi sesuatu hal yang sangat dasyat, yaitu Decision Making alias mengambil keputusan.

Decision making dalam kuliah Decision Support System (DSS) diartikan sebagai berikut : a process of choosing among alternative courses of action for the purpose of attaining a goal or goals. Sebuah process memilih alternatif-alternatif tindakan yang ada untuk mencapai suatu tujuan. Disini ditekankan pada kata process, kenapa? karena decision making adalah sebuah proses, runtutan kegiatan yang dilakukan oleh seorang decision maker untuk mengambil sebuah keputusan. Namun dalam kesehariannya, kita sering kali tidak menyadari runtutan langkah-langkah yang diambil untuk memutuskan suatu hal karena merupakan hal tersebut merupakan sesuatu yang kecil, tidak terasa begitu penting dan merupakan sebuah rutinitas harian.

Lalu runtutan kegiatan apa saja yang dilakukan dalam proses decision making? Menurut Simon (1977), proses pengambilan keputusan dapat dibagi menjadi empat fase:

  • Intellegence
  • Design
  • Choice
  • Implementation

Dalam fase Intellegence, fakta-fakta yang ada dikumpulkan kemudian mencari dan mengidentifikasi masalah yang sebenarnya, bukan gejala-gejala yang ada. Contohnya jika ada masalah penjualan bulanan suatu perusahaan yang menurun, maka itu bisa jadi adalah sebuah gejala, sedangkan masalah sebenarnya mungkin pada distribusi dari perusahaan tersebut. Fase Design digunakan untuk membuat model yang merepresentasikan permasalahan dan memvalidasi model tersebut dengan kriteria yang sudah di tetapkan. Biasanya model ini bersifat matematis atau simulasi tergantung dari permasalahan yang dihadapi pada saat itu.

Choiche adalah memilih solusi-solusi alternatif yang ditawarkan dari model yang telah dibuat, jika dirasakan masuk akal (reasonable) maka akan masuk ke fase selanjutnya yaitu Implementation yaitu menyelesaikan masalah awal dengan alternatif solusi yang sudah dipilih pada fase choice. Apabila terjadi kegagalan, maka (biasanya) akan kembali lagi pada pembuatan model. Namun banyak juga orang yang bila gagal lanjut ke sebuah fase lagi, yaitu mutung. *Bukan dari empat fase nya Simon*.

Advertisements

2 thoughts on “Making a Decision”

  1. mutung is the process of making a decision to not making decision..

    the sentence above is considered recursive….

    : P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s