Sabtu 04 juni 2011 adalah hari terakhir saya menginjakkan kaki di Houston, kota terbesar di negara bagian Texas. Dua minggu sudah terlewatkan. Sungguh menggelikan kalau dipikir-pikir. Bagaimana tidak, saya yang tidak terlalu suka dengan image cowboy dan musik country malah sekarang berdiri di Houston, jantung bisnis negara bagian Texas yang menjadi salah satu pusat tradisi cowboy di AS dan lebihnya lagi musik country beredar dimana-mana. Oh yes, tomorrow is a mistery indeed.
Salah satu sebutan untuk Houston, lebih tepatnya marketing slogan sih sepertinya, adalah Energy Capital of The World. Karena memang dikota inilah lebih dari 5000 perusahaan berkaitan dengan energi bermarkas, dan 19 diantaranya adalah termasuk dalam US’s Fortune 500. Kalau bisa dibilang Houston ini seperti Silicon Valley nya oil & gas. Di Houston ada sebuah distrik yang diberi nama Energy Corridor, karena di distrik inilah perusahaan-perusahaan energi kelas dunia bermarkas. You name it lah : BP (British Petrolleum), Shell, KBR, Worley Parsons, exxon mobile, Conoco Philips, Citgo, Sysco dan tentu saja perusahaan yang menggaji saya, McD.
Jangan bayangkan energy corridor ini berada di pusat kota Houston, malah sebaliknya, justru distrik ini ada di pinggir kota Houston lebih cenderung ke daerah sub urbannya malahan. Jangan bayangkan pula gedung-gedung pencakar berdiri di kanan-kiri jalan seperti yang ada di di Manhattan, New York, yang bisa dipakai spiderman bergelantungan di tiap sequelnya. Gedung-gedung di energy corridor ini relatif rendah mungkin tak lebih dari 15 lantai tingginya dan itupun tidak terkumpul jadi satu jalan saja, mereka tersebar di seluruh wilayah distrik ini, mungkin jaraknya antara 2-3 km dari gedung satu dengan yang lainnya. Dan kebanyakan satu gedung dimiliki dan dipakai exclusive oleh satu perusahaan saja. Read More

