Sepatu dan Tali-Temalinya
by nauval
Saya kalau jalan kemana-mana selalu menyempat diri memperhatikan sepatu-sepatu yang berkeliaran di jalan. Bukan yang terpampang di etalase toko, tapi yang dipakai oleh orang-orang di jalan. Itu bukan fetish ya, tapi saya selalu penasaran dengan bagaimana cara seseorang memasang tali sepatunya. Kalau masalah sepatu, I prefer sneakers over any others for daily use, even at office. Saya selalu memasang tali sepatu saya dengan model yang sama, yaitu dengan tali sepatu yang disusun sejajar bukan menyilang diantara lubang-lubangnya. Keculai sepatu futsal saya sekarang, si elastico yang ternyata lebih cocok kalau memakai model yang silang-silang. Itulah ajaran yang diajarkan turun-temurun dari orang tua ke kakak-kakak dan terus diturunkan ke saya, semacam ilmu-ilmu kungfu di jaman kekaisaran cina kuno. Nah loh!
Dari pengamatan saya, saya menyimpulkan ternyata populasi orang yang memasang tali sepatu seperti saya jumlahnya cukup sedikit bila dibandingkan dengan tali sepatu silang, mungkin sekitar 2 dari tiap 10 orang. Tapi itu membuat saya senang karena semakin sedikit akan semakin exclusif, ga pasaran. Dan bisa jadi sebuah topik pembicaraan kalau lagi mati gaya pas ga sengaja ketemu cewek di jalan. Nice! Agak maksa sih, tapi namanya juga usaha.
Ternyata cara mengikat tali sepatu tidak hanya ada dua itu saja, bahkan menurut hitungan matematika ada hampir 2 trilliun kemungkinan untuk memasang tali sepatu di 6 pasang lubang talinya. Bayangkan 2 triliun, angka 2 diikuti 12 digit angka dibelakangnya, what a number. Angka ini melebihi jumlah populasi manusia yang ada di bumi saat ini yang sekitar 7 miliar individu. Jadi jika 1 cara hanya boleh dipakai oleh satu orang saja maka katakanlah dalam 500 atau mungkin 1000 tahun ke depan tidak akan ada 1 cara memasang tali sepatu yang sama dipakai oleh lebih dari seorang.
Namun di kehidupan nyata mungkin hanya beberapa puluh jenis kemungkinan saja yang dipakai di seluruh dunia. Dari beberapa puluh itu yang commonly used mungkin bisa dihitung hanya dengan jari-jari tanga, termasuk cara yang saya pakai dan saling-silang yang masih menjadi mainstream di dunia ini. Tapi kalau anda bosan dan ingin mencari alternative lain dalam memasang tali sepatu, inilah 36 cara memasang tali sepatu kesayangan anda yang bisa anda coba. Dare to be different.
Nah sebenarnya ada lagi yang ingin saya tahu, apakah ada hubungan antara cara seseorang memasang tali sepatu dengan sifat seseorang tersebut?! Sepertinya bisa dijadikan sebuah topik riset iseng-isengan mahasiswa psikologi yang lagi bosan mengerjakan skripsinya. Anyhow ada yang tertarik?
[photo taken from http://www.flickr.com/photos/bychanel/4017292409/]


when do you consider someone is a fetish actually?
*
*merasa suka merhatiin sepatu orang juga kalau di tempat umum. high heels tapi, bukan sneakers
fetish itu setingkat sama obsesi, and it turns you on and addictive, somehow. in my opinion loh ya
heran deh sama cewek-cewek yang pake high heels setinggi 20 cm tp jalannya pake termehek-mehek kayak mau jatuh, demi apa coba?
is beautiful == pain??
ngomongnya sih ga sakit klo udah kebiasaan #eh
^agreed Hat..
aku termasuk suka high heels, tapi yang masih di bawah 9cm dan dipake di even2 tertentu sih…kalo lagi maen/jalan2 dan tingginya lebih dari itu ogah.
Emang *menurutku sih* pake high heels itu berasa beda. bikin kita lebih tegap, jadi postur jalan juga lebih bagus. cuman emang harus pilih2 merk kalo beli high heels. yang bener2 nyaman.
*pembelaan untuk cewek2 penggemar high heels. hahahah