belitung-pantai pantai dan pantai
by nauval
Belitung, pasti anda sudah tahu semua tentang negeri laskar pelangi ini. Sebenarnya trip ke belitung ini agak diluar rencana, tujuan mbolang akhir tahun saya sebenarnya adalah somewhere yang agak labih jauh, namun rencana itu harus saya tangguhkan terlebih dahulu karena masalah yg tak lain tak bukan, dana, yeah.. classic!!!. Semoga tahun depan bisa terlaksana rencana mbolangnya.
Trip ke belitung ini rencananya akan memakan waktu selama 4 hari 3 malam, mulai Jumat 28 Oktober sampai senin 31 Oktober 2011. Karena flight ke Belitung pada hari Jumatnya adalah yang pertama, 6.20 pagi (kalau ga salah sih), maka mau ga mau saya dan teman saya (yang mengajak saya join di trip ini) harus naik pesawat terakhir hari sebelumnya, Kamis 27 Oktober, and here was how the story began.
Cerita dimulai ketika sampai di bandara Hang Nadim. Sebenarnya jadwal flight yang tertera di tiket adalah jam 18:50 namun ketika kita sampai di bandara papan pengumuman berkata lain: JTXXXX Delayed. Yup saya pakai jasa si Singa Terbang karena tak mampu menaiki burung Garuda nan perkasa itu. Setelah check in dan santai di waiting room gate 4 kami menunggu dan menunggu namun pesawat si Singa belum juga kelihatan batang hidungnya. dan sekitar pukul 19:30 an terdengarlah suara merdu “Perhatian-perhatian pesawat JTXXXX tujuan jakarta akan diberangkatkan pada pukul 21:30, para penumpang silahkan mengambil makanan fi tempat yang telah disediakan”. Edyan, delay 2 jam lebih, si singa terbang hobi amat sama masalah satu ini. Singkat cerita sampailah kami di SHIA (Soekarno Hatta International Airport) jam 11 an malam. Setelah bersih-bersih diri dan sholat muncullah masalah baru, tidur dimana ini?!! Rencana awal adalah nyari musholla dan tidur disana, tapi apa daya ternyata musholla nya dikunci, dan bangku-bangku pun penuh semua. Akhirnya kami naik ke anjungan pengantar (waving gallery) dan memutuskan untuk tidur di sana ditemani dengan dinginnya angin malam dan deru mesin pesawat yang take off dan landing. Kalau untuk masalah tidur, untungnya saya bisa tidur dimana saja, kantor, kelas, bus, kereta, motor, kuburan di tengah malam dan di saluran irigasi pun saya pernah tidur, impressive. Ignorance is a bliss, sometimes.
Jumat pagi keesokan harinya dengan pesawat pertama kami ber 23 berangkat ke Belitung. Oh ya, saya kali ini bergabung dengan rombongan kakigatel yang memang suka jalan dan sudah menjelajah ke banyak sesuai dengan namanya. Sesampainya di Belitung kami singgah ke homestay sebentar untuk menaruh barang-barang dan langsung menuju tujuan pertama, Membalong. perjalanan ke Membalong memakan waktu hampir 2 jam dari homestay kami di Tanjung Pandan, untungnya saya dan teman saya berada di mobil dengan orang-orang yang asyik jadi perjalanan 2 jam tak begitu terasa. Sesampainya di membalong, kami harus berjalan kaki sekitar lima belas menit untuk menuju pantai yang dituju, Teluk Gembira. Pasir putih dan batu-batuan besar adalah ciri khas pantai-pantai di Belitung, dan ini juga terlihat di Teluk Gembira. Perjalanan selanjutnya adalah ke Telok Penyabong, sebuah pantai yang jaraknya sekitar 45 menit dari Membalong. Pantai disini lebih cantik dari pada Teluk Gembira, dengan pasir putih, warna laut biru diselingi hijau, batu-batuan besar, dan langit yang biru menambah indah nya pantai ini.
Selepas siang kami berangkat menuju tujuan ke tiga, Manggar. Perjalanan ke manggar ini ditempuh selama 3 jam lebih. Dalam perjalanan kami sempat singgah ke danau yang terbentuk akibat penambangan biji timah, danau ini tepat berada di kaki sebuah gunung sehingga akan menjadi pemandangan yang indah bila dinikmati ketika matahari terbit, sepertinya. Manggar adalah sebuah kota kecamatan yang terletak di bagian timur pulau Belitung. Di sana ini kami menghabiskan sore di pantai, ada yang bermain bola dengan para penduduk, ada yang berenang-renang, ada yang jalan-jalan dan saya duduk-duduk saja. Waktu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, dinner time, dan menunya adalah fresh-out-of-the-sea fish barbeque, sumpah enak banget ikan bakarnya. Dalam perjalanan pulang ke homestay kami menyempatkan diri untuk menikmati kopi di sebuah warung kopi yang memang menjadi sebuah budaya bagi warga Belitung.
Hari kedua, perjalanan dimulai dengan rasa sedikit agak mabuk darat yang disebabkan karena harus makan bubur ayam pagi-pagi, apa hubungannya mabuk darat sama bubur ayam? Saya termasuk orang yang tidak bisa menikmati bubur ayam, meskipun kata orang itu bubur ayam paling enak sekolong jagad saya tetap tidak bisa merasakan dimana enaknya makanan satu itu. Meskipun dengan perasaan (perut) yang setengah hambar, the show must go on. Pemberhentian pertama adalah sebuah bendungan Pice yang berada di Gantong. Disini kami berhenti sebentar dan foto-foto lalu melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya, dan mabuk darat saya makin parah. Selanjutnya kami berkunjung ke sebuah pasar tradisional yang letaknya tak sebegitu jauh dari bendungan tadi. Ternyata di pasar itulah letak sebuah kedai kopi milik A Kiong, salah satu anggota laskar pelangi. Menurut cerita teman-teman, kopi disini nendang banget, sturbuck mah lewat. Saya hanya minum teh hangat saja waktu (ga berani ngopi pagi-pagi) itu dan alhamdulillah ya mabuk darat saya langsung hilang, memang sesuatu banget. Perjalanan berlanjut ke sekolah SD Muhammadiah yang dipakai untuk syuting film Laskar Pelangi. Sekolah kayu dengan hanya 2 ruang kelas itu sudah dipindah dari tempat aslinya ke sebuah kompleks wisata yang.. ya seperti biasa..setengah-setengah mbangun dan ngerawatnya. Ok, next destination adalah pantai Tanjong Tinggi, tempat dimana kami menginap untuk hari itu.
Tanjong Tinggi adalah salah satu tempat syuting film Laskar Pelangi, ituloh pantai yang banyak batu-batuan besar di sepanjang bibir pantainya. Bebatuan yang ada di pantai ini memang luar biasa, tersusun rapi dan di beberapa bagian celah-celah nya bisa dilewati, belum dipadu dengan pasir putih dan laut dan langit birunya, subhanallah. Malam harinya kami bercengkrama di pantai, mengobrol sambil menikmati keindahan bintang-bintang yang terlihat sungguh indah malam itu dan tentu saja diselingi dengan permainan kartu; mulai dari poker, capsa, cangkulan sampai tepokan, seru abis. Sekitar jam 12 malam kami berangkat ke peraduan masing-masing, dan saya menemukan tempat yang nyaman untuk tidur, yak anda benar..musholla
Esok harinya kami bersiap-siap untuk island hooping, mengunjungi pulau-pulau di sekitar pulau Belitung. Kegiatan ini dimulai di pantai Tanjong Kelayang yang lokasinya sekitar 15 menit perjalanan dengan mobil dari Tanjong Tinggi. Dari dekat, laut Belitung sungguh memikat, jernih, hingga karang-karang yang ada di bawahnya terlihat jelas. Pulau pertama yang kami kunjungi adalah pulau Lengkuas, yang di sana terdapat sebuah mercusuar setinggi 19 lantai yang dibangun pada tahun 1882. Dan pulau inilah yang menjadi pulau terindah yang pernah saya kunjungi, apalagi ketika anda melihat pemandangan dari atas mercusuarnya, i bet you gonna love it. Kegiatan selanjutnya adalah snorkeling di sekitar Pulau Lengkuas. To be honest, that was my first snorkeling experience and its awesome (i want more..i want more…i want more). Namun setelah sekitar 10 menit saya nyemplung kami semua harus naik perahu lagi karena awan mendung tebal semakin mendekat. Perjalanan ke pulau selanjutnya yaitu Pulau Burung disertai dengan hujan lebat berangin di tengah laut, sampai-sampai atap terpal perahu kami terbelah menjadi dua, simetris.
Beberapa saat setelah tiba di pulau burung, hujan mereda, dan kami melanjutkan kegiatan kami selanjutnya yaitu holi color, perang warna. Baju putih saya pun akhirnya jadi semacam kanvas lukisan abstrak warna orange, ungu, kuning, biru, merah. Ada beberapa kejadian di pulau ini; Iman dan Novi yang tersengat ubur-ubur, dan insiden mirip pertandingan rugby antara Arta dan Teguh. But those become memories nontheless for all of us. Oh ya pulau ini dinamakan pulau burung karena ada formasi bebatuan yang tersusun seperti kepala burung di dekat pulau ini. Pulau terakhir yang kami kunjungi adalah Pulau Babi, dan terus terang saya masih bingung kenapa pulau itu dinamakan pulau babi. Akhirnya tujuan terakhir adalah snorkeling spot somehere in among those islands, akhirnya bisa snorkeling-an lagi dengan leluasa. Di spot itu airnya jernih dan banyak terumbu karang, namun ikan-ikan karangnya sangat jarang. Saya hanya menemukan landak laut dan ikan-ikan tak berwarna saja, padahal masih berharap melihat ikan badut (neemo). Setelah puas menikmati pulau-pulau kecil di utara belitung kami kembali ke homestay untuk persiapan pulang keesokan harinya, dan dalam perjalanan pulang kami sempatkan makan malam sambil melihat sunset di tempat penjemuran ikan (semacam rumah panggung) di tepi laut yang yang terbuat dari kayu.
Senin 31 Oktober, adalah hari terakhir kami di belitung. Sekitar pukul tujuh kami semua check out dari homestay menuju ke bandara untuk mengantar beberapa orang yang memang balik pagi, sedangkan sisanya (termasuk saya) berangkat siangnya. Setelah dari bandara kami menuju sebuah kolam renang di pinggir pantai sambil menunggu jadwal penerbangan kami, jam 12-an. Mendekati jam keberangkatan kami sudah standby di bandara namun lagi-lagi pesawat delay sekitar 1.5 jam. Dari pada bengong, akhirnya kami pun buka kartu lagi. Sesampainya di SHIA (CGK) perjalanan saya dan teman saya belum berakhir, saya masih harus naik pesawat lagi dari Jakarta ke Batam lagi-lagi dengan maskapai singa-yang-doyan-telat itu, and guest what,it was delayed again. Dan disitulah terjadi sebuah unforgettable moment yang membuat saya dan teman saya di-’upgrade‘ tempat duduknya dari ekonomi ke bisnis.
Indeed, it was an awesome trip from the beginning to the very end. By the way this post also posted in travelsoda.
1st collector for belitung
Follow my videos on vodpod





dinamai Pulau Babi karena banyak bulu babi disitu?
betewe itu foto yang Lengkuas Island baguuss… view nya naik kemana dulu biar dapet?
gambar-gambarnya beneran bikin pengen nyebur lagiiiiiiiiii
naik dulu ke mercusuarnya ci, lantai 14-15 udah dapat view kayak gitu kok.
aaaak… #gantibajurenang #nyebur #siap2gosong
gpp gosong, yg penting puas
wah keren ya, kapan bang jay bisa maen situ ya
Subhanallah ,,, keren bgt yaa Belitong, jadi speechless. Makin kepengen trip ksno
Tp btw denger2 pengerukan timahnya gak nahan yaa disno? ,,,, wah serem juga kalo Belitong tenggelem krn pengerukan timah besar2an.
Mudah2an bisa segera trip ke sno sebelum Belitong tenggelem.
Happy travelling