Januari 29, 2009...12:27 am

sampah#8: i’m fed up with all of that

Lompat ke Komentar

Apakah anda suka mendengarkan radio?

Apakah anda suka menonton TV di pagi hari?

Apakah anda suka mendengarkan mp3?

Kalau iya, apakah yang anda dengar di radio, yang anda tonton di TV setiap pagi, yang anda dengarkan di mp3 player anda adalah lagu-lagu lokal Indonesia yang sekarang lagi nge-trend?

Kalau iya, apakah anda merasakan sesuatu?

Kalau saya yang menjawab pertanyaan terakhir jawabannya adalah : BOSAN, i’m fed up with all of that. Bukannya sok barat atau tidak mau menghargai konten lokal, tapi ini adalah berdasarkan apa yang saya pikirkan dan rasakan sekarang ini.

No Trash Music Anymore

No Trash Music Anymore

Mungkin ada yang bertanya “loh kok bisa? padahal itu kan lagu yang lagi in sekarang? kan banyak yang suka”. Bagaimana tidak bosan jika lagu-lagu tersebut hampir sama, mulai dari temanya, jenisnya dan genrenya. Bertema tentang cinta dan jenis musik nya yang itu-itu aja. Memang tidak ada yang melarang untuk membuat sebuah lagu cinta, namun mbok ya lagunya itu yang berkelas, berkualitas, liriknya yang bagus, harmonisasinya yang indah, dan enak untuk didengar, sehingga terciiptalah sebuah karya seni yang indah, tidak setengah-setengah atau bahkan mungkin sampah.

Kalau dilihat sekarang banyak sekali muncul band-band / penyanyi-penyanyi baru yang sering kita dengar di radio ataupun lihat di TV, namun kebanyakan dari mereka menurut saya (IMHO) hanya dibesarkan oleh media dan bukan oleh kualitas, dan memang seperti itulah dunia showbizz … medialah yang berperan. Dengan modal lagu yang biasa-biasa (bisa juga ga enak didenger) dan skill yang rata-rata tapi jika didukung oleh media, hampir bisa dipastikan dia akan jadi band yang terkenal.

Satu lagi, yang juga tanda menurunnya kreatifitas para musisi lokal, yaitu banyaknya lagu yang di recycle. Bahkan hanya ada yang berselang sekitar 2 tahun sudah di recycle … apa kata dunia?!

Namun ada juga band-band / penyanyi-penyanyi baru yang sukses tidak hanya karena media namun juga karena kualitas mereka, sebut saja Nidji, changcuters dan afgan. Mereka mempunyai ciri yang khas yang hanya mereka masing-masing yang punya, tidak sekedar mengikuti arus pasar industri musik lokal, namun membawa sebuah warna musik baru di tanah air.

Jika ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri maka pastikanlah apa yang ditawarkan ke pasar adalah barang yang berkelas, berbobot dan berkualitas

we need more than just this … we need something different … something ‘out of the box’ … and something with quality.

maaf jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini. tulisan ini ditulis untuk mengungkapkan uneg-uneg yang ada di kepala selama ini. this is just my humble opinion.

i’m not an actor, i’m not a star, i’m not a singer nor acomposer but i’m just a music lover.

& Komentar

  • - Apakah anda suka mendengarkan radio? Tidak, karena saya tidak punya radio

    - Apakah anda suka menonton TV di pagi hari? Tidak begitu, karena dikamar kostan g ada tv ne.. kecuali kalo di rumah, pagi2 liat berita sepak bola :D

    - Apakah anda suka mendengarkan mp3? Tidak begitu juga, palagi kalo pake headset ato sejenisnya…bikin kuping cepet panas tu, hehehe

    yups, aku juga males ngikutin perkembangan music terutama indonesia…. liriknya banyak yang g mendidik, kasihan sama anak2 kecil yang kebetulan ndengerin….

    walo mungkin g begitu enak didengar mbok yo liriknya tu yang mendidik gitu ato untuk berdakwah.. jangan yang malah merusak moral bangsa..

    dunia dah berbalik oey..!!!! yang dulunya dinilai baek untuk ditiru.. skrg dinilai jelek..
    parahnya lagi yang dulunya dianggap jelek malah skrg dianggap bagus n banyak ditiru…

  • Setuju,mas…
    Skr,Banyak musisi produk instant yang ga jelas kualitasnya..
    bukan cuma musik ja..
    sinetron,filmnya uda kgk mutu..
    reality show yang cuma rekayasa,n’ membodohi masyarakat..
    apa kata dunia??
    hwehehehe…

  • inilah ungkapan kekecewaan dan kekesalan yang sebenarnya telah lama dipendam …

    ada yang mau memulai gerakan sosial NO TRASH MUSIC ANYMORE?

  • eh coba tengok efek rumah kaca. Judulnya Cinta Melulu. Kayaknya cocok ama entry ini.

  • stuju!
    akhir2 ini malah sampe takjub ngeliat adekku yang masih SMP ngomong tentang lagu a,b,c, dll..bandnya ga ada yang kenal. lagian, seringnya mereka ngetop karena cuma satu, terus ngilang deh entah kemana…

  • [...] Hehe..ni terinspirasi dari postingannya mas Noval kemaren. Dia lagi bahas tentang Trash Music. hmmm..sebenernya ga nyambung2 banget. Yang pengen Q [...]

  • @luna: yup … salah satu band indi yang ga segan mengeluarkan pendapat mereka … dan salah satu inspirasi tulisan ini sebenarnya (lupa ga kecantum) :P

    @saras : ya gitu itu kalau band yang dibesarkan sama media … kalau emang punya kualitas pasti tahan lama

    yang ngeri sekarang liat acara2 model idola cilik … masa anak SD nyanyiin lagu nya dewa, letto dllsb … mana lagu buat anak2 nya

  • hey, bout ur comment. Honestly I want both.
    Haha, yup saya pengen bukunyaa.. Dulu jaman saya anak2 gak ada buku begituan
    Kalo balet, sampe sekarang juga saya masih ballet. Hehe

  • lebih suka denger lagu” lama,,
    makanya OOT banget ma lagu2 baru..


Tinggalkan Balasan