sambungan dari post sebelumnya ….
@Rumah Hantu
Saya tidak tau berada mana tepatnya rumah hantu ini, namun konon disini dulu pernah dijadikan tempat syutingnya pak Leo Lumanto di sebuah acara misteri pada salah satu stasiun tv swasta. Disini kami sempat turun dan ‘menguji nyali’ dengan masuk ber-sembilan langsung – Ali dan Wah tidak ikut karena menjadi penjaga sepeda. Secara umum kondisinya cukup menyeramkan (pada pukul 20.30 an, jika 00.00 tidak disarankan). Setelah puas ‘menguji nyali’, kami sepakat meneruskan perjalanan melewati daerah yang paling terkenal di Surabaya.
@Kampus D
Sebenarnya ‘lewat sini’ tidak direncanakan akan tetapi muncul secara spontan berhubung letak dari rumah hantu dengan lokasi ini tidaklah begitu jauh dan jadi salah satu jalan ‘alternatif’ menuju tujuan kami berikutnya. Bagi anda yang tidak tahu apa itu Kampus D, silahkan klik disini. Di sini saat malam minggu, tidak tahu kalau hari lain, sangat-sangat ramai, sampai-sampai motor kami hampir tidak bisa jalan akibat penuhnya jalan dengan lautan manusia. Pemandangan di kanan-kiri jalannya Masya Allah … banyak perempuan-perempuan aquarium duduk menunggu lelakinya. Namun setiap kali melihat parkirannya, Astaghfirullah … paling sedikit ada 10-15 motor yang berjejer rapi. Akhirnya setelah melewati gang yang menjadi pusat dari lokalisasi lokasi tersebut kami kembali menuju jalan yang benar.
Pelajaran penting disini adalah: mending cari tempat malam mingguan yang lain sajah.
@Final Stop, The CC Cafe
Sekitar pukul 21.30 an kami tiba di Cafe Corner, sebuah cafe yang letaknya di daerah manyar, sebelahnya kampus ITATS. Di hari sabtu seperti kemarin, di CC ada life performance dari band cafe yang cukup menghibur dan menghidupkan suasana. Setelah memesan mimnuman, dimulailah pembicaraan-pembicaraan ga penting khas dari kami. Suasana berubah ketika penyanyi band tersebut meminta salah satu penonton yang mejanya ada di sebelah kami untuk maju menyanyikan sebuah lagu. Pada saat itulah ide-ide gila anak-anak muncul, yaitu salah satu dari kita harus tampil. Sebenarnya yang jadi sasaran pertama adalah Ivan A.K.A Mas Por. Namun dengan berbagai alasan dia menolak dan akhirnya sasaran berikutnya adalah Ali. Setelah ‘di-encourage‘ oleh kami, akhirnya Ali maju ke depan juga.
Di cafe inilah Ali menunjukkan hasil latihan menyanyi nya selama kuiliah 3,5 tahun di SI. Lagu yang dinyanyikannya, yang juga request dari kami, adalah ‘menjaga hati’ dari Yovie dan Nuno. Meski awal penampilannya agak-agak grogi, namun secara overall ‘menjaga hati’-nya Ali sangat menghibur kami. Setelah selesai menyanyi, dia ternyata tak kunjung turun panggung, kami bertanya-tanya, dia membuka-buka lembaran-lembaran buku lagu seperti sedang mencari sebuah halaman, oh … ternyata dia akan menyanyi lagi, spontan kami bertepuk tangan mendukung. Lagu yang kedua adalah ‘Aku Mau’ dari Once. Ali membawakannya dengan lebih PeDe dan tetap sangat menghibur kami.
Ali saat menyanyikan lagu ‘menjaga hati’-nya
Selepas ‘Aku Mau’-nya Once, Dia ternyata masih memegang dan membolak-balik halaman buku kumpulan lagu-lagu itu, oh … ternyata dia akan menyanyi lagi … tidaaakkkkk. Dia sudah merasa keenakan dan ke-PeDe-an untuk menyanyi di panggung di depan orang banyak. ‘Li sudah li, ingat kami Li, pulanglah‘ …. itulah kira-kira jeritan hati kami, bukannya tidak mendukung, tapi ini sudah yang ke tiga kalinya … coba bayangkan jika ada pengunjung yang bertanya ’sapa sih dia?’ jika ada yang menjawab ‘anak SI ITS’ lantas kemudian yang bertanya bilang ‘Oooo ….. Pantesan!!!’ apa tidak malu kita. Namun Ali tak berhenti begitu saja, akhirnya dia memilih lagu interlokal, ‘Living on a jet plane’ yang pernah di populerkan oleh Chantal Creviazuck di OST-nya Armageddon. Ali membawakan lagu itu dengan sedikit terbata-bata, namun karena kepiawaian mbak penyanyi band yang berbaju hijau akhirnya lagu itu masih enak didengar telinga.
Duet nya Ali dengan mbak Baju Ijo
Setelah itu, semua penyanyi dari band tersebut kembali ke panggung dan mengatakan bahwa lagu berikut ini adalah lagu terakhir dari pertunjukannya malam itu, namun tetap dengan Ali sebagai binatang bintang tamu. Kejutan tidak hanya sampai disini, tiba-tiba Ali menunjuk ke meja kami, dan berkata ‘yak … Khloes ayo maju ke depan Les’ …. spontan kami semua langsung bersorak dan meng-’encourage‘-nya bersama-sama. Akhirnya tak hanya Kholes saja yang maju, tak disangka si Wah juga ikutan maju, dan jadilah sebuah grup trio boy band yang katanya bisa lebih terkenal dari pada Trio Libels … huekkkkk. Setelah berunding dengan para anggota band yang lain, akhirnya sepakatlah mereka untuk menyanyikan ‘Biarlah’ dari Nidji. Disinilah muncul Kholes si Giring wannabee, dengan gaya-gaya khas Giring-nya dia mulai menari-nari kan tarian yang sangat populer sekarang yaitu tarian ‘memetik jambu tetangga’-nya Giring. Meskipun dengan kemampuan yang luar binasa biasa, dengan bermodal nekat, akhirnya mereka dapat menyelesaikan lagu itu dengan sedikit kebenaran kesalahan. Dan penontonpun (kami) bersorak, penyanyi band (yang asli) mengucapkan salam perpisahan, dan sang trio pun akhirnya turun gunung panggung. Salut buat mereka (trio *bedheng dan agak gendheng*), terutama Ali, four thumbs up for you, just four you, tak sia-sia rupanya kamu kuliah disini Li

Penampilan perdana (dan semoga terakhir) dari trio ga jelas
Kamipun akhirnya merasa bahwa seharusnya kami pun ikut undur diri, setelah membayar bill, kami yang masih tetap ber-kesebelasan meninggalkan arena The CC Cafe dengan bangga layaknya telah memenangkan sebuah turnamen atau festival atau entah apalah itu namanya. Sesampainya di tempat kosnya Rijol, tak terasa jam di HP sudah menunjukkan pukul 00.01 WIB. Akhirnya kami berpisah dan kembali ke tempat masing-masing. Yang pasti kami semua merasa puas makannya dan puas ketawanya. Pesan penting berikutnya: jangan ikuti kelakuan seperti ini bagi adik-adik ataupun mahasiswa yang masih normal.
….fin….






& Komentar
Maret 25, 2008 pukul 9:15 pm
wuuitcchhh..nguji nyali di rumah hantu ??
mantap jorr !@!!
Maret 26, 2008 pukul 9:47 pm
Sebener nya bukn uji nyali …. lha wong masuknya ber sembilan … trus muter-muter sebentar lalu keluar … ga sampai setengah jam di dalam situ …
Maret 28, 2008 pukul 10:12 pm
koq nyebutny mbak baju ijo
ad ksempatan nyanyi brenk, mbok y kenalan to
Maret 28, 2008 pukul 10:14 pm
pnampilan pdana trio g jelas bisa diulang lg di acara uli , minggu(300308)
^_^
Maret 29, 2008 pukul 2:47 pm
waaaa…kalian ini..pergi-pergi.,ga ngajak2..awas yaa..
eh itu rumah hantu yang daerah darmo itu yaa??
Maret 31, 2008 pukul 7:46 pm
@sylvi : iya kali …ga tau daerah mana …. maklum bukan ornag Surabaya
Maret 31, 2008 pukul 7:48 pm
@raras: nah itu … sebenarnya mau nya gitu … tapi ga sempat … mbaknya selalu berada di seberang ruagan nun jauh disana ….
April 2, 2008 pukul 6:17 am
[...] tulisan saya, misalkan ini , kadangkala komentar yang anda tulis justru terdapat di tulisan yang ini, Setelah di selidiki ternyata itu adalah salah satu bug-nya theme Tarski. Makanya setelah itu [...]